Kamis, 31 Mei 2012

Chloe Clover - 10


Setiap hari Anton masih melakukan hal yang sama yaitu memberikan perhatian kepada Chloe melalui sms, telepon atau saat bertemu di kampus. Anton bagaikan pria yang pantang menyerah untuk mendapatkan setangkai bunga yang langka yaitu Chloe Clover.
Chloe masih bersikap yang sama terhadap Anton. Dari perhatian yang ditunjukkan Anton ada sedikit rasa yang merubah pandangan dirinya terhadap Anton, yang tadinya menilai Anton itu menyebalkan dan bukan anak berandalan karena terus menelepon dan mengajaknya jalan sekarang ia merasa baik-baik saja dengan hal tersebut. Perbuatan Anton tidak dinilai sebagai perbuatan yang mengganggu Chloe tetapi mengganggap Anton sebagai teman yang baik.
“Clo, gimana sama Anton? Gue uda lama nih kayaknya gak denger crita lo soal Anton” tanya Kimi.
“Begitu-begitu aja sama dia masih sama seperti sebelumnya.” jawab Chloe simple
“Clo, lo harus hati-hati yah sama Anton” Saran Resi
“Lho, kenapa Res?”
“Soalnya gue dapet crita si Anton cuma tarohan buat dapetin lo, tapi gue sih gak tau kabar ini beneran atau gak. Siapa tau aja dia emang serius sama lo gak main-main. Ok friend!
“Tenang gue bakal cari tau dulu gossipnya benar atau gak and sifat asli dia sebenernya kayak gimana” jawab Chloe dengan penuh senyuman seolah tidak ada hal besar yang sedang terjadi.
Tiba-tiba Blackberry Chloe berdering, ia segera membuka pesan tersebut.
Hai.. Kamu jangan dekat-dekat sama cowo yang namanya Anton itu yah, dia itu ga baik buat kamu..
-Richard-
Chloe terpaku. Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa mengejutkannya isi pesan singkat yang baru saja diterimanya. Dunia seolah sudah terbalik akhirnya Richard yang mempunyai sifat sangat cuek dan tidak peduli tiba-tiba mengirim pesan yang berisikan agar Chloe jauh dari Anton.
Tanpa pikir panjang Chloe langsung membalas pesan tersebut. Perasaan senang sekaligus penasaran bercampur jadi satu.

Lho, kenapa emangnya?? Tau dari mana dia gak baik buat aku?

Chloe terus menggenggam blackberrynya dan tak sabar menantikan balasan pesan dari Richard. Hatinya risau, pikirannya terus melayang jauh memikirkan kemungkinan balasan pesan dari Richard.

Pokoknya kamu jangan dekat lagi sama Anton dia gak baik buat kamu, aku tau semuanya.

Chloe kembali tertegun memandangi balasan pesan Richard. Dikepalanya penuh tanya yang harus dijawab oleh Richard. Kenapa sih Richard lo tuh dari dulu selalu buat gue penasaran terus. Chloe kembali membalas pesan Richard mengharapkan sebuah jawaban yang pasti informasi mengenai Richard telah mengenal Anton.
Richard tak lagi membalas pesan Chloe. Semua semakin membuat Chloe bingung harus bersikap bagaimana. Tanpa sadar kepala Chloe kembali dipenuhi dengan Richard. Bangku taman dan segelas orange jus sangat setia menemani lamunan panjang Chloe yang tak kunjung selesai.
Chloe berusaha mendata teman-temannya Richard yang kenal dengan Richard dan satu kampus dengan Chloe. Tetapi tak kunjung ia temukan sampai suatu saat ia mendapatkan sebuah titik terang. Ia mengingat kejadian Chloe yang makan ke restoran milik keluarganya dan bertemu dengan Ruben adiknya.
Apa si Ruben ceritain semua waktu gue makan sama Anton yah? Tapi tau dari mana dia kalo si Anton anak yang gak baik, Resi dan Kimi gak mungkin kasih tau soalnya mereka kan gak akrab sama Richard.
Anton membuyarkan semua lamunan Chloe.
“Hayo! Lagi ngapain lo Clo? Ngelamun aja gue perhatiin dari tadi, ngelamunin siapa lo dari tadi?” tanya Anton dengan penuh penasaran
“Bukan siapa-siapa. Ngapain lo kesini? Gak nongkrong bareng temen-temen lo?”
“Jutek amat neng, gak lagi gak mood nongkrong bareng mereka. Kita jalan aja yuk!”
“Gak ah, gue lagi pengen sendiri. By the way, lo punya temen dari alumni SMA Thomas Aquino gak?”
“Hmm... Gue lupa gak afal asal sekolah temen-temen gue, emang kenapa?”
“Gak kenapa-napa, gue cuma nanya aja. Ya udah gue balik dulu yah. Bye...”
“Ya udah deh kalo lo gak mau hari ini, gue gak maksa” jawab Anton dengan senyum lebarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar