Kamis, 31 Mei 2012

Chloe Clover - 1


Prolog


Siang yang terik membakar hampir seluruh bagian tubuhnya.
Panasnya matahari sudah tidak terasa telah membakar sebagian badannya. Ia tetap saja berdiri di bawah cahaya matahari seakan hanya menyinari seluruh manusia, gedung dan sudut-sudut kota kecuali dirinya. Pandangannya kosong seakan tidak ada harapan untuk hidup dan semua nampak gelap baginya karena cahaya matahari tidak dapat menembus hatinya yang tengah kelam.
Hanya rasa sesak dan sakit di dadanya  yang bisa dirasakan saat ini tidak ada yang lain. Rasanya Sakit sekali....
Sebelah tangannya mencengkram erat dadanya dan pandangannya pun menerawang ke sebrang jalanan untuk mengenang sejenak masa-masa indah dimasa lalunya. Rasa hangat, canda, tawa itupun tak lagi sesempurna dahulu yang ia pernah rasakan.
Sambil menahan peluh air mata yang akan menetes ke pipi merahnya ia pun mencoba beranjak dari lamunan panjangnya mengenang masa-masa yang telah membuat dirinya sangat berharga dan berarti sebagai seorang wanita.
Ia membayar cookies and cream yang telah dipesannya dan berjalan keluar meninggalkan semua kenangan manisnya di dalam Bengawan Solo Cafe dan keluar dari kehidupan lamanya, mencoba sekuat tenaga dan penuh senyum membuka lembaran baru mengisinya dengan tinta berwarna-warni.

Selasa, 08 Mei 2012

Paragraf Generalisasi, Analogi, dan Causal

Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
Contoh :
  1.  Pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu. Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk melestarikan hewan-hewan langka.
  2. Setelah karangan anak-anak kelas 6 diperiksa, ternyata Iman, Selamet, Enal, dan Deri mendapat nilai 90. Anak-anak yang lain mendapat 75. Hanya Toni yang mendapatkan nilai 60 , dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang dari 60. Bisa dikatakan, anak kelas 6 cukup pandai mengarang.
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Contoh :
  1. Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.
  2. Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

sumber : http://onan-kost.blogspot.com/2010/05/paragraf-generalisasi-analogi-dan.html

Kabar baik buat Penggemar Valentino Rossi


Setelah membaca beberapa artikel tentang Valentino Rossi saat ini. Rasanya sangat membuat jantung ini berdebar lebih cepat. Ahahaha

Karena ada beberapa kabar baik yang sangat membuat saya dan penggemar Rossi lainnya gembira.  Inilah kabar gembiranya :
“Kami yakin kalau motor yang disukai Valentino akan menjadi tunggangan yang bagus untuk semua pembalap,” ujar Preziosi. “Kami sedang melakukan yang terbaik untuk mengikuti arah pengembangan yang ia sarankan, dimana saat ini apa yang kami lakukan belum cukup untuk melampaui kecepatan Honda. Pastinya kami akan mencoba untuk mengikuti arah yang sudah ditunjukkan oleh Valentino.”

Untuk urusan set up, Ducati memberi kewenangan sepenuhnya untuk Jerry Burgess -selaku crew chief Valentino Rossi- dalam pengambilan keputusan final.

Filippo Preziosi menambahkan: “Kami memberi Jeremy 100% kebebasan untuk menganalisa set up apa yang terbaik buat Valentino. Sebagai orang yang bekerja di dalam Ducati, tugas kami hanyalah untuk menyediakan material. Kami bisa menyarankan ide yang kami miliki, tetapi keputusan akhir dibuat oleh Jeremy yang mendiskusikannya dengan Valentino.”

Akhirnya Ducati memberikan apa yang Rossi mau, itu memang yang harus di lakukan. Tapi sayangnya karena pembatasan mesin yang di gunakan dalam balapan.  Duo pembalap Ducati Valentino Rossi dan Nicky Hayden harus menunggu hingga seri Laguna Seca untuk mendapatkan update paket komplit motor Desmosedici GP12.

Saya Penggemar VR|46


Akhir-akhir ini banyak yang meragukan Valentino Rossi sejak bergabung besama Ducati. Karena penampilannya yang kurang baik meski sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya. Banyak yang mengkaitkan kegagalan Rossi bersinar bersama Ducati karena umur Rossi yang di anggap sudah tidak muda lagi di ajang balap MotoGP. Tapi menurut penggemar setia Rossi,  bukan karena hal itu Rossi tidak bisa meraih hasil yang baik. Hanya saja ada yang salah dengan motornya. Hingga Rossi sendiri di buat kebingungan dengan motor Desmocedici GP 12.

Dan sekarang akhirnya Rossi mencoba set up motor rekan satu teamnya, serta merubah gaya membalapnya. Dan hasilnya? Sedikit demi sedikit Rossi bisa memperbaiki posisinya di ajang MotoGP. Seperti pada Race Estoril minggu lalu, Rossi bisa menempati peringkat 7. Lebih baik dari race Jerez yang mendapatkan peringkat 9. Meski peningkatannya tidak signifikan, tetapi ini membawa angin segar buat Rossi dan para penggemarnya. Karena motor Desmocedici GP 12 ini adalah motor Prototype yang baru dibuat, masih bisa terus dikembangkan. Hasil yang sekarang ini di dapat bukanlah limit dari pengembangan motor Desmocedici.

Saya sebagai salah satu penggemar Valentino Rossi, sangat tidak sabar menunggu race selanjutnya. Bagaimana hasilnya? Menurut saya, meski belum bisa naik podium pertama tetapi hasilnya pasti akan lebih baik.

Jumat, 06 April 2012

Contoh Kerangka Karangan


Topik : Sekolah
1. Tata Tertib Sekolah
                1.1 . Seragam sekolah
                                1.1.1. Fungsi Seragam Sekolah
                                1.1.2. Peraturan Seragam Sekolah
                                1.1.3. dan seterusnya
                1.2. Kredit Point
                                1.2.1. Point Plus
                                1.2.1. Point Minus
                1.3. dan seterusnya
2. Kegiatan Sekolah
                2.1. Akademis
                2.2. Non Akademis
                2.3 dan seterusnya

Rabu, 14 Maret 2012

Contoh Tulisan Ilmiah Populer

Globalisasi Dan Budaya

            Globalisasi yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.
             Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.
             Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan bagian sistem dari kebudayaan bangsa Indonesia. Aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya.Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi.
             Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju.
             Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.
            Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing.

Selasa, 03 Januari 2012

Untuk Tugas V-Class

import javax.swing.*;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
public class TicTacToe implements ActionListener
{

    private static final int LEBAR_TAMPILAN = 300;
    private static final int TINGGI_TAMPILAN = 200;
    private static final int LEBAR_TEKS = 20;

    private static final GridLayout LAYOUT_STYLE = new GridLayout(3,3);

    private JFrame window = new JFrame("TIC-TAC-TOE");
    private JButton box1 = new JButton("");
    private JButton box2 = new JButton("");
    private JButton box3 = new JButton("");
    private JButton box4 = new JButton("");
    private JButton box5 = new JButton("");
    private JButton box6 = new JButton("");
    private JButton box7 = new JButton("");
    private JButton box8 = new JButton("");
    private JButton box9 = new JButton("");
    String tanda = "X";
    boolean menang = false;
    Color black = new Color(0,0,0);
    Color notblack = new Color(255,255,255);

    public TicTacToe()
    {
        window.setSize(LEBAR_TAMPILAN,TINGGI_TAMPILAN);
        window.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);

        window.getContentPane().setLayout(LAYOUT_STYLE);
        window.getContentPane().add(box1);
        window.getContentPane().add(box2);
        window.getContentPane().add(box3);
        window.getContentPane().add(box4);
        window.getContentPane().add(box5);
        window.getContentPane().add(box6);
        window.getContentPane().add(box7);
        window.getContentPane().add(box8);
        window.getContentPane().add(box9);
        box1.addActionListener(this);
        box2.addActionListener(this);
        box3.addActionListener(this);
        box4.addActionListener(this);
        box5.addActionListener(this);
        box6.addActionListener(this);
        box7.addActionListener(this);
        box8.addActionListener(this);
        box9.addActionListener(this);

        window.setVisible(true);
    }

    public void actionPerformed(ActionEvent e)
    {
        int count=1;
    do
    {

    if (e.getSource()==box1)
    {
        box1.setText(tanda);
        box1.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box2)
    {
        box2.setText(tanda);
        box2.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box3)
    {
        box3.setText(tanda);
        box3.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box4)
    {
        box4.setText(tanda);
        box4.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box5)
    {
        box5.setText(tanda);
        box5.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box6)
    {
        box6.setText(tanda);
        box6.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box7)
    {
        box7.setText(tanda);
        box7.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box8)
    {
        box8.setText(tanda);
        box8.setEnabled(false);
    }
    else if (e.getSource()==box9)
    {
        box9.setText(tanda);
        box9.setEnabled(false);
    }


    if (box1.getText().equals(box2.getText()) && box2.getText().equals(box3.getText()) && box1.getText().equals("")==false)
    {
        box1.setBackground(notblack);
        box2.setBackground(notblack);
        box3.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box4.getText().equals(box5.getText()) && box5.getText().equals(box6.getText())&& box4.getText().equals("")==false)
    {
        box4.setBackground(notblack);
        box5.setBackground(notblack);
        box6.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box7.getText().equals(box8.getText()) && box8.getText().equals(box9.getText())&& box7.getText().equals("")==false)
    {
        box7.setBackground(notblack);
        box8.setBackground(notblack);
        box9.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box1.getText().equals(box4.getText()) && box4.getText().equals(box7.getText())&& box1.getText().equals("")==false)
    {
        box1.setBackground(notblack);
        box4.setBackground(notblack);
        box7.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box2.getText().equals(box5.getText()) && box5.getText().equals(box8.getText())&& box2.getText().equals("")==false)
    {
        box2.setBackground(notblack);
        box5.setBackground(notblack);
        box8.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box3.getText().equals(box6.getText()) && box6.getText().equals(box9.getText())&& box3.getText().equals("")==false)
    {
        box3.setBackground(notblack);
        box6.setBackground(notblack);
        box9.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box1.getText().equals(box5.getText()) && box5.getText().equals(box9.getText())&& box1.getText().equals("")==false)
    {
        box1.setBackground(notblack);
        box5.setBackground(notblack);
        box9.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (box3.getText().equals(box5.getText()) && box5.getText().equals(box7.getText())&& box3.getText().equals("")==false)
    {
        box3.setBackground(notblack);
        box5.setBackground(notblack);
        box7.setBackground(notblack);
        menang=true;
    }
    else if (count==9 && menang==false)
    {
        JOptionPane.showMessageDialog(null, "Hasilnya Seri");
        menang=true;
    }

    System.out.println(count);
    if (count!=9 && menang==true)
    {
        JOptionPane.showMessageDialog(null, tanda + " MENANG !");
        System.exit(1);
    }
        if (tanda.equals("X"))
    {
        tanda="O";
    }
    else
    {
        tanda="X";
    }

    }

        while(menang=false);

    }
public static void main(String[] args)
    {
        TicTacToe gui = new TicTacToe();
    }
}